Alan Sastra Ginting Kembali Dipercaya Jadi Pelatih Nasional Para Atletik, Dampingi Suparni Yati di Meksiko
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting, kembali memperoleh kepercayaan dari National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk memperkuat jajaran pelatih nasional cabang olahraga para atletik.
SUMUTJUARA.COM, MEDAN – Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting, kembali memperoleh kepercayaan dari National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk memperkuat jajaran pelatih nasional cabang olahraga para atletik.
Pada tahun ini, Alan bertolak ke Meksiko guna mendampingi atlet andalannya, Suparni Yati, yang akan berlaga pada ajang World Para Athletics (WPA) Grand Prix 2026 yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026.
Dalam kejuaraan internasional tersebut, Alan dipercaya menangani nomor tolak peluru dan lempar. Sementara itu, keikutsertaan Suparni Yati menjadi bagian dari program persiapan sekaligus pra-kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles (LA) 2028.
Kepercayaan yang diberikan Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, bukanlah kali pertama diterima Alan. Sejak memutuskan pensiun sebagai atlet pada 2023, ia langsung bergabung sebagai pelatih nasional para atletik dan secara konsisten dipercaya mendampingi atlet-atlet Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
Alan mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
"Ini merupakan kepercayaan besar kepada saya yang diutus oleh NPC Pusat. Saya tentu akan bertanggung jawab penuh karena misi kami sekarang bukan hanya di level ASEAN atau Asia, tetapi sudah mengarah ke target yang lebih besar, yakni Paralimpiade Los Angeles 2028," ujar Alan.
Ia menjelaskan, fokus utama saat ini adalah mempersiapkan Suparni Yati agar mampu memenuhi syarat lolos ke Paralimpiade 2028. Oleh sebab itu, World Para Athletics Grand Prix di Meksiko menjadi salah satu agenda penting untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengumpulkan poin menuju kualifikasi.
"Atlet yang saya dampingi, Suparni Yati, memang diproyeksikan lolos ke Paralimpiade. Setelah Meksiko nanti, masih ada beberapa agenda try out dan kejuaraan internasional lainnya yang sudah kami siapkan," katanya.
Meski demikian, Alan menegaskan bahwa target utama dari program latihan yang telah disusunnya adalah membawa atlet mencapai performa terbaik pada Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Menurutnya, ajang tersebut menjadi salah satu tahapan krusial dalam perjalanan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
"Saya sudah menyusun program latihan agar puncak performa atlet bisa dicapai saat Asian Para Games di Nagoya. Itu menjadi salah satu tahapan penting menuju Paralimpiade. Namun, saya tetap meminta atlet saya tampil maksimal di Meksiko dan memberikan yang terbaik," ucapnya.
Alan pun berharap seluruh atlet Indonesia yang tampil pada World Para Athletics Grand Prix 2026 di Meksiko mampu memperlihatkan performa terbaik sehingga peluang untuk mengamankan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 semakin terbuka.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0