Pemprov Sumut Tingkatkan 20 Puskesmas Jadi Rawat Inap, Bobby Nasution: Permudah Akses Layanan Kesehatan

Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan dasar, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas ke rumah sakit.

Jul 16, 2026 - 23:35
 0
Pemprov Sumut Tingkatkan 20 Puskesmas Jadi Rawat Inap, Bobby Nasution: Permudah Akses Layanan Kesehatan
Bobby Nasution Gubernur Sumatera Utara

SUMUTJUARA.COM, NIAS BARAT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan meningkatkan pelayanan 20 puskesmas menjadi fasilitas rawat inap sepanjang 2026. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan dasar, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas ke rumah sakit.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan hal itu usai meninjau Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat, Kamis (16/7/2026). Puskesmas Mandrehe menjadi salah satu dari 20 puskesmas yang akan ditingkatkan fasilitas dan pelayanannya tahun ini.

"Ada 20 puskesmas yang tahun ini akan kami perbaiki. Penentuannya berdasarkan usulan dari bupati dan wali kota. Untuk Nias Barat, Pak Bupati mengusulkan Puskesmas Mandrehe karena dinilai sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Bobby.

Menurut Bobby, Puskesmas Mandrehe memiliki peran strategis karena melayani sekitar 20 desa dengan jumlah penduduk mencapai 23 ribu jiwa. Sementara itu, jarak menuju rumah sakit daerah mencapai sekitar 60 kilometer sehingga masyarakat membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih memadai di tingkat puskesmas.

"Lokasinya dekat dengan masyarakat. Ada sekitar 20 desa yang bergantung pada layanan puskesmas ini, sedangkan jarak ke rumah sakit sekitar 60 kilometer," katanya.

Bobby menjelaskan, langkah peningkatan fasilitas puskesmas merupakan tindak lanjut dari penguatan sektor kesehatan yang juga dilakukan pemerintah pusat. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah membangun rumah sakit daerah di Nias Barat, sementara Pemprov Sumut berfokus memperkuat layanan kesehatan primer melalui pembenahan puskesmas.

"Kami menafsirkan program Presiden di bidang kesehatan dengan memperkuat puskesmas agar masyarakat tidak harus selalu dirujuk ke rumah sakit, apalagi di daerah yang memiliki kendala akses," ujarnya.

Dalam program tersebut, Puskesmas Mandrehe akan ditingkatkan kapasitasnya sehingga mampu melayani pasien rawat inap. Fasilitas yang semula hanya memiliki dua tempat tidur akan dikembangkan menjadi ruang rawat inap dengan kapasitas 10 tempat tidur, lengkap dengan layanan persalinan, tenaga dokter, serta penambahan peralatan kesehatan.

"Saat ini fasilitasnya masih sangat terbatas. Nantinya akan kami tingkatkan menjadi 10 tempat tidur, tersedia layanan persalinan, dokter, dan peralatan kesehatan yang lebih lengkap," kata Bobby.

Selain peningkatan infrastruktur dan fasilitas, Pemprov Sumut juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. Salah satunya melalui pemberian beasiswa pendidikan dokter spesialis di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Tahun lalu ada 16 penerima beasiswa dokter spesialis, dan tahun ini ditambah lima peserta yang diprioritaskan berasal dari Kepulauan Nias. Jadi kami meningkatkan layanan kesehatan tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga kualitas tenaga medis," ujarnya.

Bobby menambahkan, untuk mengantisipasi kekosongan dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis, Pemprov Sumut telah menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota agar kebutuhan tenaga medis tetap terpenuhi melalui mekanisme rotasi dokter hingga mereka kembali bertugas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
abdipanjaitan Tuhan Maha Tahu, Tapi Dunia Juga Perlu Diberitahu