SUMUT TERPILIH JADI TUAN RUMAH BTN INDONESIA FASHION WEEK 2026 USUNG TEMA ULOS SIMETRIA

Ajang fesyen nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

SUMUT TERPILIH JADI TUAN RUMAH BTN INDONESIA FASHION WEEK 2026 USUNG TEMA ULOS SIMETRIA
Ketua Dekranasda Sumut, Kahiyang Ayu Bobby Nasution

SUMUTJUARA.COM - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Ajang fesyen nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Hal itu terungkap dalam Rapat Persiapan BTN IFW 2026 bersama Panitia IFW Pusat yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (25/5/2026). Rapat tersebut dihadiri Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, bersama Wakil Ketua Titiek Sugiharti.

BTN IFW 2026 mengusung tema “Ulos Simetria”. Melalui tema tersebut, Sumatera Utara akan menampilkan keindahan wastra nusantara khas daerah, khususnya kain Ulos, sebagai simbol budaya sekaligus kekuatan industri mode lokal.

Ketua Dekranasda Sumut, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, berharap Ulos tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk fesyen modern yang siap pakai atau ready to wear dan dapat tampil di panggung internasional.

“Saya berharap event ini mampu memperkuat eksistensi keragaman budaya lokal di kancah nasional dan mendorong UMKM serta desainer daerah untuk mampu menembus pasar internasional,” ujar Kahiyang.

Selain menjadi ajang promosi budaya dan industri kreatif, BTN IFW 2026 juga menitikberatkan pada pembinaan dan pengembangan talenta desainer muda guna memastikan keberlanjutan serta regenerasi pelaku industri kreatif di Sumatera Utara.

Dalam pelaksanaannya, event tersebut akan melibatkan sembilan desainer berbakat asal Sumatera Utara.

“Melalui keterlibatan aktif seperti Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, harapan untuk mempromosikan kain dan karya khas daerah ke panggung nasional semakin terbuka,” pungkasnya.