VIRAL! KOMUNITAS LARI 'JAJAL' RUMPUT STADION TELADAN JELANG AFF U-19, PICU POLEMIK DI MEDIA SOSIAL
Komunitas Banban Running Club tuai kecaman usai buat konten lari di rumput Stadion Teladan jelang AFF U-19. Disentil gubernur Sumut
SUMUTJUARA.COM — Sebuah video yang memperlihatkan komunitas lari Banban Running Club berlari di atas rumput Stadion Teladan, Medan, mendadak viral dan menuai kecaman luas. Aksi ini menjadi sorotan tajam karena stadion kebanggaan warga Medan tersebut saat ini berstatus steril dan tertutup untuk umum demi persiapan akhir jelang Piala AFF U-19 2026.
Dalam video yang beredar luas di berbagai akun informasi regional, belasan anggota komunitas tersebut tampak asyik berlari dan merekam konten tepat di tengah hamparan rumput hijau yang baru saja direvitalisasi. Mereka tidak menggunakan lintasan lari (tartan) yang berada di pinggir lapangan, melainkan langsung menginjak rumput utama stadion.
Melalui unggahannya, akun Instagram @banbanrunningclub membela diri dengan mengklaim bahwa aksi tersebut bukanlah bentuk penerobosan. Mereka menyebut diri sebagai komunitas lari pertama yang mendapat "undangan khusus" untuk merasakan atmosfer kemegahan Stadion Teladan sebelum turnamen resmi bergulir.
Gubernur Sumut Turun Tangan Beri Komentar Menohok
Klaim "undangan khusus" di saat fasilitas berstatus steril tersebut justru memicu polemik yang lebih besar, hingga akhirnya menyita perhatian Gubernur Sumatera Utara.
Merespons video viral yang diunggah oleh salah satu akun publik di Instagram, akun resmi Gubernur Sumut kedapatan meninggalkan jejak di kolom komentar. Komentar singkat tersebut secara gamblang menunjukkan rasa heran sekaligus kekecewaan melihat fasilitas vital dibiarkan untuk ajang konten.
"wow, ampun sekali liatnya," tulis Gubernur Sumut di kolom komentar.
Reaksi Keras Netizen dan Suporter Sepak Bola
Sentilan langsung dari orang nomor satu di Sumatera Utara itu seakan memvalidasi kemarahan publik. Netizen, khususnya para pendukung sepak bola lokal, langsung membanjiri media sosial dengan kritik tajam.
Masyarakat menilai komunitas tersebut terlalu mengutamakan konten media sosial (Fomo) tanpa mempertimbangkan risiko rusaknya kontur rumput. Padahal, rumput tersebut dirawat dengan biaya mahal dan harus memenuhi standar ketat untuk menyambut tim nasional negara-negara Asia Tenggara pada ajang AFF.
Di sisi lain, komentar Gubernur Sumut kini memicu desakan baru dari warga. Publik tidak hanya mengecam aksi komunitas lari tersebut, tetapi juga mendesak pengelola Stadion Teladan dan pihak keamanan untuk segera memberikan klarifikasi. Masyarakat menuntut investigasi mengenai siapa oknum yang berani memberikan "jalur khusus" kepada komunitas tertentu di saat stadion seharusnya dijaga ketat jelang perhelatan internasional.