TEKNOLOGI DUAL MODE BYD UNJUK GIGI DI SUMATERA UTARA, LEBIH IRIT DAN TANGGUH
Pasar kendaraan listrik melonjak, byd perkenalkan teknologi baru di sumatera utara
SUMUTJUARA.COM - Pertumbuhan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia terus menunjukkan akselerasi signifikan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, kendaraan elektrifikasi berkembang pesat, didorong meningkatnya minat masyarakat serta dukungan kebijakan pemerintah di berbagai daerah.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan pangsa pasar kendaraan listrik nasional melonjak tajam. Jika pada 2022 kontribusinya masih di bawah satu persen, maka pada kuartal pertama 2026 pasar kendaraan listrik penumpang sudah menyentuh angka sekitar 20 persen. Lonjakan tersebut mencerminkan perubahan besar dalam pola konsumsi kendaraan masyarakat Indonesia yang mulai beralih ke teknologi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Momentum ini juga dirasakan oleh Build Your Dreams (BYD). Pabrikan asal Tiongkok itu mengklaim lebih dari 90 ribu kendaraan listrik BYD telah digunakan masyarakat Indonesia. Khusus di Sumatera Utara, pertumbuhan adopsi juga dinilai cukup menjanjikan dengan lebih dari 2.500 pengguna kendaraan BYD dan DENZA.
Melihat tren tersebut, BYD mulai memperluas pendekatan elektrifikasi dengan menghadirkan teknologi terbaru bernama Dual Mode (DM) di Indonesia. Teknologi yang diperkenalkan pada Mei 2026 itu menggabungkan karakter kendaraan listrik dengan fleksibilitas mesin hybrid, sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang masih mempertimbangkan jarak tempuh serta keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Indonesia, termasuk Sumatera Utara, menjadi wilayah penting dalam pertumbuhan kendaraan energi baru.
“Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Utara meningkat tajam dan BYD turut menjadi salah satu katalisator utama yang mendorong percepatan adopsi kendaraan energi baru di wilayah ini,” ujar Eagle Zhao.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa. Daerah seperti Sumatera Utara mulai menunjukkan potensi besar seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas yang lebih efisien.
“Sumatera Utara memiliki potensi strategis menjadi salah satu pusat pertumbuhan NEV. Karena itu, melalui teknologi Dual Mode, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” katanya.
Ditantang Jalur Tanjakan Berastagi
Sebagai bagian dari pengenalan teknologi tersebut, BYD menggelar BYD DM Technology Roadshow di Medan. Tidak sekadar pamer teknologi, kendaraan diuji langsung melintasi berbagai karakter jalan khas Sumatera Utara.
Rute perjalanan dimulai dari BYD Arista Cemara Medan menuju kawasan Berastagi dan Gundaling Farmstead, lalu berlanjut ke Pancur Batu sebelum kembali ke Kota Medan. Total perjalanan mencapai sekitar 150 kilometer dengan durasi hampir enam jam.
Medan jalan yang dipilih bukan tanpa alasan. Peserta diajak merasakan langsung kemampuan kendaraan melibas jalur perkotaan, jalan antar kota, tanjakan curam khas dataran tinggi, hingga rute berliku dan kawasan rural yang selama ini menjadi tantangan kendaraan elektrifikasi.
Dalam pengujian tersebut, BYD M6 DM diperlihatkan mampu menjaga performa tetap stabil pada tanjakan serta kontur jalan menantang. Sensasi berkendara senyap khas kendaraan listrik tetap terasa, sementara sistem tenaga bekerja adaptif menyesuaikan kebutuhan perjalanan.
Bukan Hybrid Konvensional
BYD menegaskan teknologi DM berbeda dengan kendaraan hybrid pada umumnya. Jika hybrid konvensional masih bertumpu pada mesin berbahan bakar sebagai sumber tenaga utama, sistem Dual Mode dikembangkan dengan pendekatan electric-first.
Artinya, motor listrik menjadi penggerak utama kendaraan, sementara mesin bekerja secara cerdas sebagai pendukung ketika dibutuhkan, terutama saat perjalanan jauh atau medan lebih berat.
Pendekatan ini membuat kendaraan tetap menghadirkan akselerasi instan khas mobil listrik, namun tanpa kekhawatiran soal daya jelajah.
Keunggulan lainnya terletak pada efisiensi energi. BYD mengklaim generasi terbaru teknologi DM mampu mencapai konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter. Biaya penggunaan juga diklaim lebih ekonomis, dengan simulasi perjalanan sekitar 150 kilometer hanya membutuhkan biaya energi setara Rp300 per kilometer.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan edukasi langsung menjadi langkah penting agar masyarakat memahami perkembangan kendaraan energi baru.
“Kami percaya pengenalan teknologi elektrifikasi tidak cukup hanya melalui spesifikasi produk, tetapi perlu dibuktikan melalui pengalaman berkendara secara langsung. Karena itu, masyarakat perlu merasakan sendiri bagaimana teknologi ini bekerja dalam berbagai kondisi perjalanan,” ujar Luther.
Menurutnya, pengenalan teknologi DM di Medan sekaligus menjadi pembuktian bahwa kendaraan elektrifikasi tidak hanya cocok digunakan di kota besar, tetapi juga relevan untuk jalur regional, perjalanan lintas kota, hingga wilayah dengan kontur jalan lebih menantang.
BYD optimistis pertumbuhan komunitas kendaraan energi baru di Sumatera Utara akan terus meningkat, seiring berkembangnya infrastruktur dan semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi.
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0