WARGA DAIRI GELAR PAMERAN FOTO TOLAK SK AMDAL PT DAIRI PRIMA MINERAL

Warga Kabupaten Dairi menggelar pameran foto di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Jumat (29/5/2026).

WARGA DAIRI GELAR PAMERAN FOTO TOLAK SK AMDAL PT DAIRI PRIMA MINERAL
Tergelar pajangan spanduk protes di depan Kantor Bupati Dairi di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Jumat (29/5/2026), terkait menolak izin Amdal PT DPM

SUMUTJUARA.COM - Warga Kabupaten Dairi menggelar pameran foto di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Jumat (29/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 1437 Tahun 2026 tertanggal 13 Maret 2026.

SK tersebut mengatur tentang kelayakan lingkungan hidup berdasarkan adendum dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Dairi Prima Mineral (DPM).

Salah seorang warga, Rohani Manalu, menilai penerbitan SK Menteri Lingkungan Hidup terkait Amdal PT DPM tidak melalui kajian dan analisis yang matang.

โ€œPasalnya di tengah terjadinya bencana alam di Pulau Sumatra, di situ pula SK Amdal diterbitkan,โ€ kata Rohani.

Menurutnya, diterbitkannya kembali izin kelayakan lingkungan PT DPM menunjukkan buruknya komitmen pemerintah terhadap perlindungan lingkungan. Padahal sebelumnya izin PT DPM sempat dicabut oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

โ€œDiberikannya izin kembali menunjukkan tidak adanya komitmen pemerintah untuk mengatasi dampak bencana serta mengurangi risiko bencana alam, khususnya di Kabupaten Dairi,โ€ ujarnya.

Rohani juga menilai dokumen Amdal PT DPM sejak lama bermasalah dan tidak sesuai dengan kondisi geografis Dairi yang memiliki potensi bencana alam tinggi.

Ia menyebut Kabupaten Dairi dilalui dua lempeng tektonik besar sehingga aktivitas pertambangan dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana besar.

โ€œNamun peringatan itu tidak pernah menjadi pertimbangan pemerintah. Dairi tidak layak untuk ditambang. Pemerintah selama ini hanya membangun narasi soal ekonomi kepada masyarakat tanpa memikirkan potensi bencana. Kami tidak ingin Dairi menjadi Lapindo kedua,โ€ ucap Rohani.

Ia menambahkan, berbagai bencana ekologis yang terjadi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih menjaga lingkungan dan hutan dari kerusakan akibat aktivitas perusahaan.

โ€œBencana ekologis yang terjadi di berbagai daerah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menjadi alarm bagi kita dan juga pemerintah untuk terus menjaga lingkungan dan hutan dari segala bentuk perusakan yang dilakukan perusahaan-perusahaan,โ€ katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pameran foto tersebut menggunakan bingkai papan bunga. Foto-foto yang dipamerkan dicetak menggunakan bahan spanduk dan ditempelkan pada bingkai papan bunga yang telah disediakan.

Berbagai foto yang dipajang memperlihatkan sejumlah bencana alam yang pernah terjadi di Pulau Sumatra.