Shin Tae-yong Ungkap Cara Menghadapi Tekanan Besar Pelatih Persija

Menjadi pelatih klub sebesar Persija Jakarta bukanlah pekerjaan yang bebas dari tekanan

Jun 19, 2026 - 22:33
Jun 19, 2026 - 22:42
 0
Shin Tae-yong Ungkap Cara Menghadapi Tekanan Besar Pelatih Persija
Shin Tae Yong pelatih Persija Jakarta

SUMUTJUARA.COM - Menjadi pelatih klub sebesar Persija Jakarta bukanlah pekerjaan yang bebas dari tekanan. Hal itu disadari betul oleh Shin Tae-yong sejak pertama kali memutuskan menerima tantangan menangani tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, tekanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola profesional. Karena itu, ia memilih untuk tidak menghindarinya, melainkan mengelolanya melalui persiapan yang matang dan pola pikir yang tepat.

โ€œPosisi ini bukanlah tempat yang tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Dengan memikirkan hal itu dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, kami bisa menghindari banyak tekanan,โ€ ujar Shin Tae-yong.

Shin menjelaskan bahwa dirinya memiliki metode khusus dalam mempersiapkan tim menjelang pertandingan. Fokus utama diberikan pada proses persiapan yang dilakukan secara maksimal hingga dua hari sebelum laga berlangsung.

Baginya, semakin baik persiapan yang dilakukan, semakin kecil pula beban yang harus dirasakan saat pertandingan semakin dekat. Karena itu, ia mengupayakan seluruh aspek teknis dan taktis diselesaikan lebih awal agar tim dapat tampil lebih siap.

โ€œJika ada pertandingan, saya melakukan persiapan yang luar biasa sampai dua hari sebelum pertandingan. Mulai satu hari sebelum pertandingan, saya mencoba melupakan beban itu dan bersiap agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman. Itulah cara saya sendiri untuk melepas stres,โ€ katanya.

Selain membahas tekanan yang datang dari tuntutan hasil pertandingan, Shin Tae-yong juga menyoroti hubungan antara pelatih dan suporter. Menurutnya, seorang pelatih harus memiliki mental yang kuat untuk menerima berbagai respons dari penggemar, baik pujian maupun kritik.

Ia memahami bahwa dukungan suporter dapat berubah seiring hasil yang diraih tim. Ketika tim menang, pujian akan datang. Namun saat mengalami kekalahan, kritik bahkan kecaman menjadi sesuatu yang sulit dihindari.

Meski demikian, Shin memilih untuk tidak larut dalam tekanan tersebut. Ia justru menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi guna memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pekerjaannya sebagai pelatih.

โ€œPertama-tama kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja. Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. Tapi saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang,โ€ tuturnya.

Menurut Shin, cara terbaik menghadapi kritik adalah dengan melihatnya sebagai masukan yang mungkin memiliki dasar untuk diperbaiki. Dengan pola pikir tersebut, tekanan yang muncul tidak berubah menjadi stres berlebihan, melainkan menjadi motivasi untuk berkembang.

โ€œJika saya berpikir para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya, maka daripada merasa stres, saya mengubah pikiran saya menjadi ajang evaluasi diri. Ternyata itu lebih baik,โ€ lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan filosofi kepelatihan Shin Tae-yong yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis di lapangan, tetapi juga pada pengelolaan mental. Baginya, keberhasilan seorang pelatih tidak hanya ditentukan oleh strategi dan hasil pertandingan, melainkan juga kemampuan menjaga ketenangan di tengah tekanan besar yang datang dari berbagai arah.

Dengan pendekatan tersebut, Shin berharap dapat terus membawa Persija berkembang dan menghadapi setiap tantangan kompetisi dengan kesiapan yang maksimal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
abdipanjaitan Tuhan Maha Tahu, Tapi Dunia Juga Perlu Diberitahu