KONI Sumut Fokus Pembinaan 131 Atlet Lewat PPI Demi Pertahankan Prestasi PON XXII
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara mulai mengubah pola pembinaan atlet dengan menjalankan Program Pembinaan Intensif (PPI) sejak Juni 2026.
SUMUTJUARA.COM, MEDAN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara mulai mengubah pola pembinaan atlet dengan menjalankan Program Pembinaan Intensif (PPI) sejak Juni 2026.
Program tersebut disiapkan sebagai langkah jangka panjang untuk mempertahankan prestasi atlet Sumut menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII, tanpa lagi bergantung pada persiapan yang dilakukan menjelang pelaksanaan PON.
Ketua Umum KONI Sumut, Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar, mengatakan pembinaan atlet kini dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari strategi menjaga daya saing olahraga Sumatera Utara.
Menurut Hatunggal, Program Pembinaan Intensif difokuskan kepada cabang olahraga yang berhasil menyumbangkan medali emas, perak, maupun perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, dengan catatan cabang olahraga tersebut kembali dipertandingkan pada PON XXII.
"Pembinaan atlet tidak lagi dilakukan menjelang PON saja. Sejak Juni 2026 kami sudah menjalankan Program Pembinaan Intensif sebagai persiapan jangka panjang menghadapi berbagai event, termasuk PON XXII," ujarnya.
Pada tahap awal, program tersebut melibatkan 131 atlet dari 18 cabang olahraga perorangan. Meski demikian, Hatunggal mengakui pembinaan idealnya dapat menjangkau seluruh cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Sumut.
Ia menegaskan, seluruh program pembinaan diarahkan untuk menjaga bahkan meningkatkan capaian prestasi yang berhasil diraih Sumatera Utara pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
"Saat ini kita sedang mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu). Ini merupakan event terbesar sepanjang kepengurusan kami di KONI Sumut. Target prestasi atlet tentu tidak jauh dari prestasi yang telah kita raih pada penyelenggaraan PON XXI," kata Hatunggal.
Selain fokus pada pembinaan, KONI Sumut juga terus memperhatikan kesejahteraan atlet melalui pemberian penghargaan kepada atlet-atlet berprestasi.
Menurut Hatunggal, dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan prestasi olahraga daerah.
Ia menyebut perhatian pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui program pembinaan, tetapi juga pemberian tali asih kepada atlet Sumut yang sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games.
"Sumut saat ini bisa dikatakan sedang berada di atas angin dalam bidang olahraga. Perhatian Gubernur sangat besar terhadap pembinaan dan pemberian penghargaan kepada atlet. Selain berhasil finis di peringkat keempat pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, dari 35 atlet Sumut yang tampil di SEA Games, sebanyak 30 atlet berhasil meraih medali," ujarnya.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprovsu XII 2026 dan PON XXII, KONI Sumut juga rutin menggelar berbagai kejuaraan olahraga hampir setiap bulan.
Hatunggal menjelaskan, penyelenggaraan kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang mengukur kemampuan atlet, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi Porprovsu kepada masyarakat.
Meski menghadapi tantangan karena sejumlah cabang olahraga andalan Sumut tidak lagi dipertandingkan pada PON XXII, KONI Sumut tetap optimistis mampu mempertahankan prestasi.
"Kami akan berupaya mempertahankan capaian pada PON XXII yang berdasarkan hasil Rapat Koordinasi KONI akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan dukungan DKI Jakarta sebagai daerah penyangga. Target kami minimal mampu mempertahankan prestasi yang tidak jauh berbeda dengan capaian pada PON XXI, meskipun beberapa cabang olahraga unggulan Sumut tidak lagi dipertandingkan," pungkas Hatunggal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0