Rico Waas Ajak Masyarakat Jadikan Waisak Momentum Menebar Kedamaian dan Toleransi
Umat Buddha menghadiri perayaan yang menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan ini.
SUMUTJUARA.COM - Semangat kedamaian dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 M di Lapangan Benteng Medan, Sabtu malam (13/6/2026). Mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”, perayaan berlangsung khidmat dan dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas.
Umat Buddha menghadiri perayaan yang menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan ini. Hadir juga Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, unsur Forkopimda, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal Zakiyuddin Harahap, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra, para Bhikkhu Sangha, pimpinan perangkat daerah, serta tokoh lintas agama.
Mengawali sambutannya, Rico Waas menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha dan berharap perayaan tersebut membawa kebahagiaan serta semakin mempererat persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan semakin mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam,” kata Rico Waas.
Menurut Rico Waas, makna Waisak tidak hanya sebatas perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momen refleksi diri untuk membangun kehidupan yang lebih damai dan harmonis. Ia mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai yang diajarkan dalam Waisak sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Marilah kita menjadikan Waisak sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Ia menilai kedamaian harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Karena itu, Rico Waas mengajak masyarakat untuk melepaskan rasa iri, dengki, kebiasaan menyalahkan orang lain, serta mengendalikan emosi yang berlebihan agar tercipta suasana kehidupan yang penuh ketenangan dan saling menghargai.
Orang nomor satu di Pemko Medan ini, juga menegaskan bahwa kedamaian sejati tidak diukur dari kekayaan maupun jabatan yang dimiliki seseorang. Menurutnya, kedamaian hadir ketika setiap individu mampu hidup dalam semangat cinta kasih, saling menghormati, dan menghargai perbedaan.
“Ketika kita mampu hidup dengan cinta kasih dan saling menghormati, di situlah kedamaian yang sesungguhnya dapat dirasakan,” ungkapnya.
Sebagai puncak perayaan, Rico Waas bersama unsur Forkopimda dan tokoh agama melakukan penyalaan api obor atau pelita perdamaian. Prosesi tersebut menjadi simbol harapan akan terwujudnya kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan penuh rasa saling menghormati.
Setelah penyalaan pelita perdamaian, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan pawai Waisak yang diikuti umat Buddha. Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya pawai yang berlangsung tertib dan meriah.
Rico Waas berharap nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Waisak dapat terus tumbuh dan menjadi karakter masyarakat Kota Medan. Menurutnya, semangat kedamaian, toleransi, dan kebersamaan merupakan modal penting untuk menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Medan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0