Ekspor Perdana 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand, Libatkan 32 UMKM
Produk olahan perikanan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mulai memperluas jangkauan ke pasar internasional melalui ekspor perdana terasi ke Thailand sebanyak 40 ton.
SUMUTJUARA.COM, ASAHAN – Produk olahan perikanan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mulai memperluas jangkauan ke pasar internasional melalui ekspor perdana terasi ke Thailand sebanyak 40 ton. Pengiriman ini melibatkan 32 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam mendorong produk unggulan Asahan menembus pasar luar negeri. Ia berharap ekspor tersebut tidak berhenti pada pengiriman perdana, tetapi berkembang menjadi perdagangan berkelanjutan.
“Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, berharap ekspor ini tidak sekadar menjadi pengiriman perdana, tetapi berkembang menjadi perdagangan berkelanjutan yang mampu memperluas pasar produk lokal, meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Surya, Sabtu (24/10).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Kehadirannya dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi daerah, dan peningkatan daya saing produk lokal.
Produksi Perikanan Asahan Capai 50.658 Ton
Kabupaten Asahan memiliki potensi perikanan tangkap yang besar. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap di daerah tersebut mencapai 50.658 ton, menjadikannya sebagai daerah dengan produksi perikanan tangkap terbesar kedua di Sumatera Utara.
Menurut Surya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pengolahan hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah. Terasi menjadi salah satu produk unggulan yang dinilai memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional.
Tren ekspor terasi Asahan juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, volume ekspor meningkat dari 1.897,7 ton pada 2025 menjadi 2.758,5 ton pada 2026.
Nilai ekspornya turut naik dari sekitar Rp21 miliar menjadi Rp34 miliar. Peningkatan ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.
“Peningkatan ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan kapasitas produksi,” kata Surya.
UMKM Didorong Perkuat Kualitas dan Akses Pasar
Untuk menjaga keberlanjutan ekspor, pelaku UMKM didorong meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar dan legalitas usaha, memperbaiki kemasan serta merek, dan memastikan pasokan tetap terjaga.
Kemitraan antara UMKM, eksportir, distributor, dan calon pembeli juga perlu diperkuat agar produk terasi Asahan mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri secara konsisten.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut mendorong perluasan pasar melalui Proyek Strategis Daerah Sumut Digiekspor 2026. Program ini mencakup fasilitasi pemasaran produk UMKM melalui platform perdagangan internasional, seperti Alibaba.com, serta inkubator bisnis untuk memperkuat kesiapan usaha dari hulu hingga hilir.
Surya menegaskan, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam pengembangan ekspor. Pemerintah daerah diharapkan mampu menggali potensi unggulan dan mempersiapkan pelaku usaha, sedangkan pemerintah provinsi membantu membuka akses pasar serta mempertemukan UMKM dengan calon pembeli.
Ekspor perdana 40 ton terasi Asahan ke Thailand diharapkan menjadi langkah awal bagi semakin banyak produk unggulan Sumatera Utara untuk menembus pasar dunia. Dengan peningkatan nilai tambah produk, penguatan UMKM, dan perluasan akses pemasaran, sektor perikanan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan, pengolah hasil perikanan, tenaga kerja, serta masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0