DAVIT SIAHAAN JUARAI SIBAYAK ALTITUDE RUN 2026 KATEGORI 40K

Pada penyelenggaraan tahun ini, Sibayak Altitude Run yang digelar KORMI Sumut bersama ALTI Sumut mempertandingkan lima kategori jarak, yakni 40K, 21K, 11K, 5K (fun trail), dan 4K (vertical race).

DAVIT SIAHAAN JUARAI SIBAYAK ALTITUDE RUN 2026 KATEGORI 40K
Davit Maluddin Siahaan juara pada kategori 40 kilometer (40K) ajang Sibayak Altitude Run 2026 yang berlangsung di Kabupaten Karo, Sabtu (23/5/2026)

SUMUTJUARA. COM - Pelari trail asal Sumatera Utara, Davit Maluddin Siahaan, sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan keluar sebagai juara pada kategori 40 kilometer (40K) ajang Sibayak Altitude Run 2026 yang berlangsung di Kabupaten Karo, Sabtu (23/5/2026).

Pada penyelenggaraan tahun ini, Sibayak Altitude Run yang digelar KORMI Sumut bersama ALTI Sumut mempertandingkan lima kategori jarak, yakni 40K, 21K, 11K, 5K (fun trail), dan 4K (vertical race).

Keberhasilan Davit menjadi juara di kategori 40K terasa semakin spesial. Pasalnya, pada edisi sebelumnya ia hanya mampu finis sebagai runner-up pada kategori 21K. Kali ini, ia berhasil memperbaiki pencapaiannya dengan tampil sebagai yang tercepat.

"Rasanya sangat senang bisa menjadi juara di event Sibayak ini. Apalagi ini pertama kali saya mengikuti seleksi Kejurprov dan pertama kali juga turun di kategori 40K dalam ajang trail run. Saya bangga bisa menjadi juara kategori umum sekaligus Kejurprov," ujar Davit.

Pelari kelahiran Sosor Pasir, Balige tersebut juga mengungkapkan bahwa Sibayak Altitude Run 2026 bukan sekadar ajang perlombaan biasa. Event ini juga menjadi bagian dari seleksi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sumatera Utara 2026 untuk menjaring atlet terbaik ALTI Sumut.

"Seperti yang disampaikan panitia, peserta yang lolos nantinya akan menjadi atlet ALTI Sumut. Kami berharap apa yang disampaikan tersebut bisa berjalan sesuai rencana," katanya.

Meski meraih hasil maksimal, Davit mengakui jalur lintasan Gunung Sibayak menghadirkan tantangan tersendiri. Kondisi trek yang licin, becek, dan dipenuhi rumput cukup menyulitkan para peserta selama perlombaan berlangsung.

"Track-nya cukup menantang karena licin dan banyak tertutup rumput sehingga pandangan ke depan agak terganggu. Selain itu, tanda penunjuk jalur atau marking juga perlu diperbanyak, terutama di kilometer awal karena tadi cukup banyak peserta yang tersasar," ujarnya sambil tersenyum.

Usai meraih hasil positif di Sibayak Altitude Run, Davit dijadwalkan kembali tampil pada ajang internasional Trail of The King by UTMB Lake Toba yang akan berlangsung di Pangururan, Kabupaten Samosir, pada 12–14 Juni 2026 mendatang.

Semoga berhasil Davit.