Cewek Simalungun Jadi Princess Wall of Death Indonesia yang Menembus Panggung Eropa

Karmila kini dikenal sebagai salah satu joki tong setan perempuan yang tampil di berbagai negara Eropa dan menyandang julukan Princess Wall of Death.

Jun 19, 2026 - 22:15
Jun 19, 2026 - 22:29
 0
Cewek Simalungun Jadi Princess Wall of Death Indonesia yang Menembus Panggung Eropa
Karmila Purba, perempuan asal Desa Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun,

SUMUTJUARA.COMΒ  - Karmila Purba, perempuan asal Desa Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berhasil membuktikan bahwa tekad dan keberanian mampu mengantarkan seseorang meraih mimpi hingga ke panggung internasional. Lahir pada 13 September 1998, Karmila kini dikenal sebagai salah satu joki tong setan perempuan yang tampil di berbagai negara Eropa dan menyandang julukan Princess Wall of Death.

Perjalanan hidup Karmila tidak dimulai dari kemewahan. Ia berasal dari keluarga petani sederhana yang menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi. Saat remaja, keinginannya untuk menempuh pendidikan musik harus kandas karena kondisi keuangan keluarga yang tidak memungkinkan.

Pada tahun 2013, Karmila memutuskan merantau ke Medan untuk mencari peluang hidup yang lebih baik. Di kota tersebut, ia sempat bekerja sebagai pengamen sebelum akhirnya bergabung dengan sebuah rombongan pasar malam. Pekerjaan pertamanya adalah menjaga wahana rumah hantu dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per minggu.

Nasibnya mulai berubah ketika ia tertarik pada arena tong setan. Selain menawarkan penghasilan yang lebih besar, Karmila melihat belum ada perempuan yang terjun sebagai joki di wahana ekstrem tersebut. Ketertarikan itu tumbuh menjadi tekad untuk membuktikan bahwa perempuan juga mampu menaklukkan arena yang selama ini didominasi laki-laki.

Pada awal 2014, ia mulai belajar mengendarai sepeda motor di dalam tong setan. Proses latihan tidak mudah. Karmila harus menghadapi rasa pusing, mual, hingga muntah akibat putaran arena yang ekstrem. Keraguan dari banyak pihak juga menjadi tantangan tersendiri karena profesi joki tong setan identik dengan kaum pria.

Namun, kegigihannya membuahkan hasil. Setelah melalui berbagai latihan, Karmila akhirnya dipercaya tampil di depan penonton. Dengan sepeda motor Yamaha RX-King berwarna pink yang menjadi ciri khasnya, ia perlahan menjelma menjadi daya tarik utama dalam setiap pertunjukan.

Kemampuannya membawa Karmila tampil di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 2018, ia mendapat kesempatan tampil dalam sebuah acara olahraga di Thailand. Dari ajang tersebut, ia bertemu dengan Danny, pembalap asal Inggris yang tergabung dalam pertunjukan Ken Fox Wall of Death.

Pertemuan itu menjadi awal perjalanan internasional Karmila. Pada pertengahan 2024, ia bersama seorang rekannya dari Semarang tampil di Rushden, Inggris, dalam pertunjukan yang digelar pada East Midlands Steam and Country Show. Kehadirannya menarik perhatian karena menjadi salah satu joki tong setan perempuan yang tampil di arena tersebut.

β€œJadi saya adalah wanita Indonesia pertama yang bisa main tong setan sampai ke Eropa, proud of myself,” ujar Karmila.

Sejak saat itu, undangan tampil di berbagai kota di Inggris terus berdatangan. Melalui media sosialnya, Karmila masih aktif membagikan berbagai aktivitas dan penampilannya di negara tersebut.

Prestasinya semakin lengkap ketika namanya tercatat dalam buku Wall of Death karya Alan Mercer yang mendokumentasikan para joki tong setan dunia. Karmila disebut sebagai satu-satunya joki tong setan asal Asia yang masuk dalam publikasi tersebut.

Keberhasilan yang diraih tidak hanya membuat namanya dikenal di dunia internasional, tetapi juga membantu meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman. Dari arena tong setan yang dahulu hanya ia lihat di pasar malam, Karmila kini menjelma menjadi simbol keberanian dan ketekunan, sekaligus salah satu joki perempuan Indonesia yang sukses menembus panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
abdipanjaitan Tuhan Maha Tahu, Tapi Dunia Juga Perlu Diberitahu