Porprov NTB 2026 Jadi Sorotan, Rentetan Kericuhan hingga Dugaan Kecurangan Warnai Sejumlah Cabor

Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 menjadi sorotan publik setelah diwarnai berbagai insiden di sejumlah cabang olahraga.

Jul 23, 2026 - 10:03
Jul 23, 2026 - 21:08
 0
Porprov NTB 2026 Jadi Sorotan, Rentetan Kericuhan hingga Dugaan Kecurangan Warnai Sejumlah Cabor
Porprov NTB 2026 mendadak viral akibat sejumlah kerusuhan

SUMUTJUARA.COM, MATARAM – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 menjadi sorotan publik setelah diwarnai berbagai insiden di sejumlah cabang olahraga. Beragam video kericuhan yang beredar luas di media sosial membuat ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut viral dan menuai perhatian.

Ironisnya, berbagai polemik itu terjadi ketika NTB tengah bersiap menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan pantauan di media sosial, sedikitnya delapan insiden terjadi sepanjang pelaksanaan Porprov, mulai dari keributan di lapangan, protes terhadap keputusan wasit dan juri, dugaan ketidakadilan, hingga pembubaran pertandingan oleh aparat kepolisian karena dugaan praktik taruhan.

Insiden pertama terjadi pada cabang olahraga sepak bola saat laga penyisihan antara Kota Bima melawan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)di Stadion 17 Desember, Mataram, Rabu (15/7/2026). Keributan yang melibatkan pemain dan ofisial kedua tim sempat menghentikan pertandingan sebelum akhirnya berhasil diredam panitia. Laga kemudian dilanjutkan dan berakhir imbang 2-2.

Polemik berikutnya muncul dari cabang olahraga drum band. Sejumlah ofisial kontingen Kota Bima mendatangi Kantor KONI NTB pada Jumat (17/7/2026) sebagai bentuk protes atas hasil penjurian yang dinilai tidak adil. Aksi tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial.

Kericuhan terbesar terjadi pada final bola voli putra yang mempertemukan Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Dompu, Sabtu (18/7/2026). Pertandingan yang seharusnya menjadi puncak kompetisi berubah ricuh setelah terjadi aksi saling dorong hingga pelemparan kursi di area lapangan.

Cabang olahraga pencak silat juga tak luput dari kontroversi. Kontingen Kabupaten Sumbawa Barat melayangkan protes keras terhadap keputusan dewan wasit dan juri usai pertandingan, karena menilai hasil penilaian tidak sesuai.

Situasi serupa terjadi pada cabang olahraga taekwondo. KONI Kabupaten Sumbawa memprotes keputusan Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) NTB yang menggugurkan sembilan atlet mereka saat pelaksanaan technical meeting.

Padahal, seluruh atlet tersebut sebelumnya telah lolos proses verifikasi administrasi, mengantongi kartu identitas resmi dari KONI NTB, dan tercatat sebagai bagian dari kontingen Kabupaten Sumbawa.

Di cabang olahraga catur, kontingen Kota Bima juga menyampaikan keberatan terkait hasil pertandingan nomor catur kilat. Atlet putri Kota Bima, Lily Marfuatun, mengaku sempat dinyatakan meraih medali perunggu berdasarkan hasil Chess Result yang dirilis pada sore hari.

Namun, hasil tersebut disebut berubah pada malam harinya setelah dilakukan revisi oleh wasit, sehingga posisi juara ketiga berpindah kepada atlet Kota Mataram.

Kontroversi berlanjut di cabang olahraga tinju. Video yang diunggah akun Instagram @dion_kurnia96 memperlihatkan suasana memanas di sekitar ring setelah tim dari Kabupaten Lombok Tengah memprotes keputusan wasit dan dewan juri. Rekaman tersebut kemudian viral di media sosial.

Tak hanya itu, pertandingan balap sepeda BMX di Lapangan Pajang Timur, Mataram, bahkan harus dihentikan aparat kepolisian. Kegiatan dibubarkan setelah muncul dugaan adanya praktik taruhan yang diduga menyusup dalam perlombaan.

Rentetan insiden tersebut memunculkan perhatian luas dari masyarakat dan pegiat olahraga. Berbagai polemik yang terjadi selama Porprov XII NTB 2026 dinilai menjadi catatan penting bagi penyelenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam aspek tata kelola pertandingan, profesionalisme perangkat pertandingan, serta sistem pengamanan, terlebih NTB akan menjadi tuan rumah PON 2028 bersama NTT.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
abdipanjaitan Tuhan Maha Tahu, Tapi Dunia Juga Perlu Diberitahu