PEMPROV SUMUT CATAT CAPAIAN KESEHATAN MELAMPAUI TARGET, UHH NAIK DAN AKI TURUN SIGNIFIKAN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mencatat keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sepanjang tahun 2025.

PEMPROV SUMUT CATAT CAPAIAN KESEHATAN MELAMPAUI TARGET, UHH NAIK DAN AKI TURUN SIGNIFIKAN

SUMUTJUARA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mencatat keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sepanjang tahun 2025. Berbagai indikator pembangunan kesehatan menunjukkan tren positif dan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.

Keberhasilan tersebut dinilai tidak terlepas dari komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melalui penguatan program kesehatan yang terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Melalui visi *Kolaborasi Sumut Berkah*, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berhasil merealisasikan sejumlah indikator makro kesehatan dengan capaian di atas target, ditandai dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) serta menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) secara signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, mengatakan dari tujuh indikator kinerja utama yang menjadi target pembangunan kesehatan, lima di antaranya berhasil melampaui target dengan capaian lebih dari 100 persen.

β€œIni merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota dalam memperkuat sistem layanan kesehatan yang terintegrasi di Sumatera Utara,” ujar Faisal Hasrimy, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2025 yang telah direviu Inspektorat Provinsi Sumut, capaian Umur Harapan Hidup masyarakat Sumut meningkat menjadi 74,19 tahun. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 74,01 tahun atau mencapai 100,24 persen.

Menurut Faisal, peningkatan UHH tersebut menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik serta akses terhadap pelayanan kesehatan yang semakin meningkat.

β€œJika dibandingkan tahun sebelumnya, UHH Sumut terus menunjukkan tren positif. Pada 2024 tercatat 73,90 tahun dan pada 2023 sebesar 73,67 tahun,” katanya.

Capaian paling menonjol terjadi pada indikator kesehatan ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) berhasil ditekan hingga 45,38 per 100.000 kelahiran hidup, jauh lebih baik dibanding target sebesar 65,78 per 100.000 kelahiran hidup dengan capaian mencapai 131,01 persen.

Angka tersebut juga berada jauh di bawah rata-rata nasional tahun 2025 yang tercatat sebesar 85,17 per 100.000 kelahiran hidup.

Selain itu, Angka Kematian Bayi (AKB) juga menunjukkan perbaikan dengan realisasi sebesar 3,20 per 1.000 kelahiran hidup, lebih baik dari target 3,28 per 1.000 kelahiran hidup atau mencapai 102,44 persen.

Faisal menjelaskan, keberhasilan tersebut didukung implementasi pelaporan wajib *by name by address* melalui aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) yang memungkinkan fasilitas kesehatan merespons lebih cepat terhadap potensi risiko kematian ibu dan bayi.

Di bidang jaminan kesehatan, Sumut juga berhasil mempertahankan status *Universal Health Coverage* (UHC). Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 100,67 persen dari target 98,6 persen.

β€œDengan capaian ini masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya,” ujarnya.

Peningkatan juga terjadi pada mutu pelayanan kesehatan. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang meraih akreditasi paripurna meningkat menjadi 53,96 persen, melampaui target 41,1 persen dengan capaian 131,29 persen.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Sumut masih memberikan perhatian terhadap angka kesakitan (morbiditas) yang terealisasi sebesar 10,43 persen dari target 10,03 persen atau mencapai 96,01 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan lingkungan serta meningkatnya tantangan penyakit menular dan tidak menular.

Sementara itu, data prevalensi stunting tahun 2025 masih menunggu rilis resmi hasil analisis dari Kementerian Kesehatan.

Memasuki tahun 2026, Pemprov Sumut terus mengakselerasi berbagai program promotif dan preventif, antara lain melalui penguatan layanan kesehatan primer berbasis digital, optimalisasi posyandu aktif hingga tingkat desa, serta intervensi gizi terpadu untuk mempercepat penurunan angka stunting.

β€œPemprov Sumut berkomitmen memastikan seluruh capaian kesehatan ini tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat menuju Sumatera Utara yang sehat, berkah, dan sejahtera,” pungkas Faisal Hasrimy.