Trophy Bersejarah PSMS Medan Dipamerkan, Ada Cerita yang Hilang

Trofi-trofi itu seolah menghilang dari peredaran hingga akhirnya kembali diperlihatkan kepada masyarakat.

Jun 15, 2026 - 10:36
Jun 15, 2026 - 10:39
 0
Trophy Bersejarah PSMS Medan Dipamerkan, Ada Cerita yang Hilang
Rico Waas saat pengukuhan Pengurus Keluarga Besar Mantan Pemain PSMS Medan periode 2026-2030 yang digelar di Urban Community Park Kebun Bunga, Kota Medan, Minggu (14/6/2026) sore

SUMUTJUARA.COM - Sudah cukup lama publik, khususnya para pecinta PSMS Medan, tidak lagi melihat tiga trofi bersejarah Piala Emas Bang Yos (PEBY) yang telah menjadi milik abadi klub berjuluk Ayam Kinantan. Trofi-trofi itu seolah menghilang dari peredaran hingga akhirnya kembali diperlihatkan kepada masyarakat.

Momen istimewa itu terjadi saat pengukuhan Pengurus Keluarga Besar Mantan Pemain PSMS Medan periode 2026-2030 yang digelar di Urban Community Park Kebun Bunga, Kota Medan, Minggu (14/6/2026) sore.

Kemunculan tiga trofi tersebut langsung membangkitkan kenangan akan masa-masa emas PSMS Medan. Tak sedikit tamu yang hadir tampak antusias mengabadikan momen saat trofi legendaris itu dipamerkan.Β 

Lihat disini kondisi Piala dalam postingan instagram Bolahita

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, Piala Emas Bang Yos merupakan salah satu turnamen pramusim paling bergengsi yang pernah digelar. Kompetisi yang berlangsung di Jakarta pada 2003 hingga 2006 itu dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso.

Turnamen tersebut selalu menghadirkan persaingan sengit karena diikuti klub-klub terbaik Tanah Air, termasuk Persija Jakarta, serta sejumlah tim dari Asia dan Australia. Di antara seluruh peserta, PSMS Medan tampil sebagai tim paling sukses.

Dari empat kali penyelenggaraan turnamen, Ayam Kinantan berhasil menjadi juara sebanyak tiga kali secara beruntun. Prestasi luar biasa itulah yang membuat tiga trofi Piala Emas Bang Yos resmi menjadi milik abadi PSMS Medan.

Sejak turnamen terakhir digelar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, pada 2006 silam, trofi-trofi tersebut nyaris tak pernah lagi terlihat oleh publik. Baru pada acara pelantikan pengurus mantan pemain PSMS Medan kali ini, benda bersejarah tersebut kembali dipamerkan.

Menariknya, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengungkapkan bahwa trofi-trofi bersejarah milik PSMS selama ini ternyata masih tersimpan di Kantor Wali Kota Medan.

Di hadapan para mantan pemain dan undangan yang hadir, Rico bahkan menunjukkan langsung beberapa trofi yang berhasil diselamatkan sebagai bagian dari sejarah sepak bola Kota Medan.

"Ini adalah beberapa artefak, bahasanya. Ini piala-piala yang tersisa yang masih bisa kita selamatkan," ujar Rico.

Ia menjelaskan, salah satu koleksi paling berharga yang masih tersimpan adalah Piala Emas Bang Yos. Menurutnya, turnamen itu hanya digelar empat kali, namun PSMS berhasil mengukir sejarah dengan menjadi juara tiga kali berturut-turut.

"Ini Piala Emas Bang Yos yang diselenggarakan empat kali, dan tiga kali kita menang berturut-turut. Yang tersisa, yang ada di kantor kota," katanya.

Keberadaan trofi-trofi tersebut menjadi pengingat bahwa PSMS Medan pernah menjadi salah satu kekuatan besar sepak bola nasional. Bukan sekadar piala, tetapi simbol perjuangan para pemain yang telah mengharumkan nama Kota Medan dan Sumatera Utara.

Namun di balik kebanggaan itu, masih tersimpan cerita yang cukup menyedihkan. Beredar kabar bahwa salah satu trofi Piala Emas Bang Yos yang memiliki berat sekitar empat kilogram dengan balutan emas kini tidak diketahui lagi keberadaannya. Hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai nasib trofi tersebut.

Tak hanya Piala Emas Bang Yos, dalam acara tersebut juga dipamerkan sejumlah trofi lain yang pernah diraih PSMS Medan sepanjang sejarahnya. Sayangnya, tidak semua koleksi berhasil terselamatkan. Banyak trofi yang tidak lagi tersimpan dengan baik, bahkan sebagian dilaporkan telah hilang.

Padahal, perjalanan panjang PSMS Medan dipenuhi deretan prestasi membanggakan. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu pernah mengangkat Piala Suratin 1980, juara Perserikatan 1983 dan 1985, Piala Wali Kota Padang, Piala Tiga Muda Semarang, Jusuf Cup di Ujung Pandang, Piala Surya Surabaya, Piala Caltex Dumai, Fatahillah Cup Jakarta, Cakradonya Cup Banda Aceh, Siliwangi Cup Bandung, hingga berbagai penghargaan dari ajang Marah Halim Cup.

Melihat kembali trofi-trofi tersebut seakan menjadi pengingat bahwa PSMS Medan memiliki sejarah panjang yang begitu membanggakan. Kini, harapan para pecinta Ayam Kinantan tentu bukan hanya menjaga warisan sejarah itu, tetapi juga melihat PSMS kembali menorehkan prestasi dan menghadirkan trofi-trofi baru di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
abdipanjaitan Tuhan Maha Tahu, Tapi Dunia Juga Perlu Diberitahu